Saturday, 27 August 2016

RESPECT = HORMAT



Riuh rendah, porak memekik, kedengaran bunyi di luar sana. Aku yang pagi buta baru terlahir....hampir 5 jam aku santaikan mata dan legakan keringat ku ini. Pandangan ku lebarkan jauh ke luar, kali ini pada langit tak berbintang...hamparan langit gelap gelita cuma selitan cahaya kebiruan, yang tak bisa aku ukur...

Terduduk, tertiarap, berseorangan memikir dan acapkali setiap unsur persoalan akan bangunkan ledakan fikiran ini, menggoncang hati aku ini, berinteraksi tak mahu berhenti.

Aku terbatas pada istilah yang ku tanam di hati, aku hadkan pada apa yang ada di bumi, sedangkan pintu dan ruang gerbang Tuhan terlebar luas. Kali ini tak mahu terbatas apatah lagi terjerat dan tersekat. Biar ku rakus tempuh dan langgar, biarpun parah dan sakit, yang penting aku lepas dan selamat.

Malam waspada, siang ku hati-hati. HIDUP banyak lagu dan iramanya, kalau minda senget memikir khayalan, termundar membentuk klef trebel fungsi asas 1 muzik. Dengari saja, andai ia bosan putarkan yang lain, atau tutup saja dan cari insiatif diri.

aku rasa mahu pergi, sentap jiwa kalian, leburkan kebuntuan kalian, menyuci tasak buruk di hati. Aku bisa nekad, tak mahu seolah bertelanjang lagi... akhirnya langkahku di sekat lagi, bukan tidak berani memperkasakan diri, cuma tersadung akan hormat dan penuh cinta akan yang satu itu....


** menghitung # henti # akan ku rahsia sampai mati # bukan salah # paksa galas **




Post a Comment